Tuesday, June 30, 2009

ADA TANYA


Ditengah malam yang sunyi tiba-tiba ada seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-kerut dengan badannya yang mulai bungkuk disertai suara batuk yang tiada henti.
Anak itu bertanya pada ayahnya “Mengapa wajahnya kian hari tambah berkerut dan badannya mulai terbungkuk ?”. Dengan nada rendah dijawabnya “ Sebab aku adalah seorang laki-laki.” Tentu saja anak itu merasa heran dan bingung, sambil berkata, “ Aku tidak mengerti arti jawaban itu Ayah.”
Ayahnya hanya tersenyum sambil membelai rambut anaknya serta menepuk-nepuk bahunya, kemudian ayahnya berkata “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki, ” demikian bisik ayahnya yang membuat anak itu tambah kebingungan.
Karena rasa penasaran, kemudian anak itu menghampiri ibunya lalu bertanya, “Bu, mengapa wajah ayah jadi berkerut-kerut dan badannya kian hari bertambah bungkuk?” tanpa ada keluhan dan rasa sakit.
Ibunya menjawab, ”Anakku, jika seorang laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarganya pasti akan mengalami proses demikian” hanya itu jawab sang ibu.
Anak wanita itu setiap hari memikirkan jawaban dari ayah dan ibunya, ingin bertanya lebih jauh, tidak ada keberanian. Tetapi dia tetap saja penasaran mengapa wajah ayahnya yang dulunya tampan menjadi berkerut-kerut dan badannya yang dahulu tegap dan gagah sekarang menjadi bungkuk.
Seiring berjalannya waktu, anak wanita itu tumbuh menjadi dewasa tanpa memperoleh jawaban yang memuaskan atas pertanyaannya. Hingga suatu malam dia bermimpi, didalam impian itu dia sedang duduk sendirian sambil melamun didalam sebuah istana yang sangat indah, tanpa dia sadari tiba-tiba mendengar suara, entah dari mana datangnya, namun dengan jelas didengarnya walaupun suara itu sangat lembut. Kata-kata itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban dari rasa penasarannya selama ini, yaitu:
“Hai anak gadis ketahuilah bahwa laki-laki itu diciptakan untuk menjadi seorang pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, serta akan senantiasa berusaha untuk menahan setiap ujung tiang agar keluarganya merasa teduh dan aman terlindungi. Dengan diberikan tanggung jawab penuh sebagai pemimpin dan penyangga tiang keluarga maka dia harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Inilah tugas terberat seorang laki-laki.
Selain dari itu laki-laki diciptakan bahunya kekar dan berotot yang akan digunakan untuk membanting tulang mencari nafkah guna menghidupi seluruh kebutuhan keluarganya agar tidak terlantar hidupnya. Dalam mencari nafkah, laki-laki tidak menghiraukan kulitnya tersengat panasnya matahari dan rela badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaganya demi keluarganya karena dia sadar dan ingat bahwa istri dan anknya menanti kedatangannya dirumah.
Laki-laki juga diberikan keperkasaan dan mental baja, agar mereka tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah di dunia ini, karena setiap masalah harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya, bukan untuk dihindari.
Untuk menghadapi masalah itu maka diberikan rasa kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya lebih percaya sehingga dia selalu berusaha untuk membimbing dan merawat keluarganya tanpa ada keluh kesah walaupun disetiap langkah hidupnya dijumpai rasa letih dan sakit yang kerap kali menyerangnya.
Tak lupa laki-laki juga diberikan rasa cinta dan kasih terhadap keluarganya untuk kondisi dan situasi apapun, walaupun tidak jarang istri dan anaknya melukai perasaan dan hatinya. Padahal dengan rasa cinta itu, dia telah memberikan perlindungan rasa aman bagi keluarganya.
Selain dari itu, laki-laki juga diberikan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang kehidupan saat ini dan yang akan datang walaupun sering kali kebijaksanaan yang diberikan itu ditentang oleh anak-anaknya. Tanpa rasa lelah dan putus asa dia juga berusaha memberikan pengetahuan dan menyadarkan pada istrinya, bahwa istri yang baik harus setia serta senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka agar tetap berdiri, bertahan, sejajar, dan saling melengkapi serta saling menyayangi.
Karena alasan diatas itu semua maka laki-laki diberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa dia senantiasa berusaha sekuat tenaga dan pikirannya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga yang sakinah, mawadah, dan barokah.
Selain dari itu laki-laki juga diberikan badan yang bungkuk agar dapat membuktikan bahwa sebagai seorang laki-laki dia telah bertanggung jawab setiap hari mencari nafkah untuk keluarganya guna menjamin kelangsungan hidupnya”
Sayang sekali disaat gadis itu sedang berusaha untuk mengerti akan kalimat tadi dan mencari tahu dari mana datangnya suara itu, dia terbangun dari tidurnya disertai perasaan tidak percaya akan mimpinya tadi.
Tanpa berfikir panjang lagi maka bergegaslah di mengambil air wudhu untuk melakukan salat Tahajud. Setelah selesai salat, gadis itu menghampiri kamar ayahnya yang sedang berdzikir, ketika ayahnya selesai salat, gadis itu lalu memeluk dan mencium tangan ayahnya sambil disertai tetesan air mata ”Ayah…aku mendengar dan merasakan bebanmu. Ayah….aku sayang ayah. Ayah…aku akan selalu menuruti nasehatmu dan akan berusaha menjadi anak yang terbaik”


YA