Barangkali rintik hujan semakin deras di luar
jendela, kita tak pernah tahu rupa-rupa rintik hujan, kita terlalu sibuk dengan
kubik-kubik meja kerja, atau barangkali memang sudah nasib kita untuk
mengakrabi sunyi.
Yang sebenarnya adalah kita tak pernah benar-benar
kehilangan asa, padahal asa sendiri tidak pernah datang. Atau barangkali asa
sungguh datang, namun kita tak pernah mau tahu dan kita tak sudi menangkapnya.
****
Tahukah kita bahwa trotoar dan aspal sore ini
basah, tidak pernah kita mengejar rupa-rupa rintik hujan, namun mengapa kita
merasa kehilangan.
Malam hanya berputar, siang pun melakukan hal yang
serupa, dalam sumbu, dalam ruang dan dalam lingkaran yang sama, kita
menyepakati sebagai mimpi.
Oh sudah barang tentu kita tak akan pernah bisa
mematahkan hati yang sudah berkeping, bukan berarti ia sudah rusak termakan
waktu, bukan juga kepingan yang tak bisa bersatu, bukan itu semua, barang kali selama ini yang ia kenal hanyalah sepi.
*wahai rintik hujan, bolehkan aku menikahi isi kepalamu?
No comments:
Post a Comment