Jika kita menonton
sebuah film, cerita Supri ini termasuk “open ending”, yang mana penonton sendirilah
yang memutuskan akhir cerita, tergantung imajinasi dan daya nalar penonton
sendiri.
Cerita sebelumnya :
Supri dan Pasar Monopoli dan Oligopoli , Supri Dalam Kurva Pembelajaran , Cerita yang tak pernah ada , dan Semangkok Mi Instan
Supri akhirnya move on dan sadar, berharap Evi putus
dari pacarnya adalah pekerjaan yang sungguh sia-sia, sama saja menunggu lebaran
monyet dibikin hari libur/tanggal merah oleh pemerintah. Evi yang sudah usang di
mata Supri, saya kira cerita ini bakalan berakhir tragis,
akan tetapi Semesta berkata lain, Supri menjungkir balikan keadaan, yang
tadinya suram, rumit dan pelik ternyata berubah hanya dengan hitungan minggu, tepatnya setelah Supri pulang dari
tanah kelahiraanya.
((cetang-cetung)) [suara ringtone WA dan BBM dari hp Supri]
Terlihat
di layar hp, pesan bbm dari mbak-mbak BRI, “sabtu
besok kamu jadi ke Like Earth kan?”
((cetang-cetung
2))
wa
dari mbak-mbak dealer Toyota :
“sup…weekend ini kita jadi nontonkan, filmnya bagus lhoo”
((cetang-cetung
3))
wa dari mbak-mbak Mega Syariah : “mz… jangan lupa lhoo, nanti sepulang kerja,
kita diner”
((cetang-cetung
4))
bbm
dari perempuan yang telah di php-in Supri selama ribuan tahun : “supri…”
**entah
kenapa, pesan keempat tadi terdengar lirih dan menyayat. Kalian tahukan, PHP atau
bahasa enggresnya “the giver of false
hope” adalah kejahatan paling kejam nomor dua setelah nyolong kotak amal
masjid.
Rentetan pesan yang
ada didalam hp pintar Supri terjadi kurang dari 2 menit, Supri yang sekarang
jumawa…HIH. Eitss.. baru 2 menit 4 detik, hp Supri bersuara kembali:
((cetang-cetung
5)) sebuah pesan pendek : “le kamu jangan lupa sholat yaa, doa Ibu menyertaimu
nak”.
Oh ternyata pesan
dari ibunda Supri.*sungkem ke Ibu*
****
[sebuah pesan wa
dikirim oleh Supri, kepada mbak-mbak yang belum jelas siapa-siapanya]
Sejatinya… kita adalah sepasang trauma penuh luka,kita berusaha saling menyembuhkan. dan untuk kali ini Tuhan tidak lagi bercanda,Ia mempertemukan kita dalam misteri yang kita sebut cinta.- untuk sebuah harapan
Alam Semesta
menyaksikan betapa biadabnya Supri, 4 pesan mbak-mbak yang sedari tadi menunggu
balasan diabaikan. Ia malah asik berpuisi ria dengan mbak-mbak…wait… mbak-mbak
mana lagi ini Supri??? Kok gua kagak tahu?? Shiiiiteeeee!!!
****
Beberapa minggu
sebelumnya, Supri mendarat di kota kelahirannya.
Duduk seorang kakek
yang sedang asik meniup dan menggosok-gosok cincin batu akik, tak sedikitpun di
perhatikannya kedatangan Supri, ia dianggap sesosok jin yang sedang numpang lewat.
Supri
: ehem [Supri berdeham]
Supri
: ehem ehem
Supri
: [10 kali berdeham, baru kakek tersebut bersuara]
Mbahnya
Supri : “anak jaman sekarang, bukannya kulonuwun, malah pura-pura batuk.” gimana kerjaan dan kulihmu le?, Tanya
mbahnya.
Supri
: lancar
mbah, wong cucumu ini bintang kelas.
Mbahnya
Supri : wooo yoo syukur le, tapi klo soal
asmara?? [tanpa tedeng aling-aling, mbahnya Supri langsung berkelakar]
Supri
: woooasemmik…[dalam hati, kenyataanya Supri hanya seyum kecut]
Mbahnya
Supri : sini le, aku punya sesuatu buat
kamu, nih… cincin batu akik pengasih buat kamu, namanya batu akik apel malang, soal
kasiat jangan ditanya…Ampuh!!!.
Batu akik ini hanya ada di Malang
saja, ndak ada di daerah lain, batu akik ini berasal dari muntahan gunung Arjuno
ribuan tahun silam. Kamu tahukan sifat Arjuno, Arjuno itu gagah, pendiam,
teliti, berani dan gemar melindungi kaum yang lemah.
Supri
: laaah mbah, apa hubungannya dengan
pengasih?
Mbahnya
Supri : kamu ini, dengar dulu kalo mbah
lagi ngomong.
Supri
: [terkekeh]
Mbahnya
Supri : gini saja…karena anak muda jaman sekarang maunya serba instan, yaa
langsung aku kasih tahu kasiat cicin batu akik apel Malang ini. Jadi…
pengasihan hanya kata lain, intinya kalau kamu punya sifat seperti Arjuno,
niscaya seribu dewi drupradi pun bakal bertekuk lutut. Tapi ingat, batu ini
punya pantangan. Saat kamu kekamar mandi, batu ini jangan di bawa, apalagi
dibawa mandi bareng. Selain pantangan, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan
secara giat, yaitu berdoa dan berusaha.
Supri
: [dalam hati : yaelah mbah, dari jaman nenek moyang negeri ini nyembah batu
sampai nyembah yang nggak keliatan…semua juga tahu itu, gua kira cicin itu
bertuah…HIH] inggih mbah.
****
Hati Supri sempat
berkecamuk, ia setengah tidak percaya
akan kasiat cicin itu, namun berkat cincin tersebut, beberapa mbak-mbak nempel
seperti koreng yang tak kunjung kering. Celakanya ada satu hal yang Supri
lupakan, bahwasanya cincin tersebut tidak boleh di gunakan sembarangan. Tetapi
pada kenyataannya Supri mengoleksi mbak-mbak dealer, mbak-mbak kartu kredit dan
mbak-mbak yang belum terungkap siapa-siapanya.
Semoga kemlekatan-kemlekatan
terhadap mbak-mbak tersebut berkurang, sehingga karma buruk tidak menimpa, dan
Supri dijauhkan dari bala apapun.
Dari cerita njlimet
diatas bisa diambil pesan moral, bahwasanya semangat
yang menggebu adalah jalan untuk mewujudkan mimpi.
Supri yang sedang
dilanda banyak asmara, entah ia ikut mahzab yang mana, setahu saya… mahzab Hanafi
memang ndak pernah melarang mimik bir, tapi kalau mengoleksi mbak-mbak saya
ndak faham. Sepertinya saya musti berguru ke bang haji rhoma, beliau faham
betul pasti.
Dan yang menarik dari
Supri, sekarang ia pandai sekali berpuisi, ia faham dengan sajak-sajak Sapardi
Jokodamono, kutipan-kutipan Paulo Celho dan Supri juga sedang menggemari puisi
cinta Nizar Qabbani, penyair kelahiran Damaskus – Suriah. Arrggh…Supri
mengejawantahkan Rangga masakini… bersifat dingin dan jago nge-PHP-in mbak Cinta
dari dealer-dealer sekitar Jakarta Timur, Tengah dan Selatan.
*sejujurnya, saya ada
sedikit keinginan untuk mencuri batu cincin apel malang tersebut, mengingat
track record Supri yang sungguh menakjubkan.
****
Seperinya
kurang afdol kalau saya tak berkabar soal Tama dan Ita. Tama yang sekarang
sedang giat menabung, ia semangat mengumpulkan pundi-pundi untuk bayar ketering. Sudah barang tentu dengan
dukungan Ita, perempuan berhidung pinokio, perempuan yang sempat membuat Tama mencret-mencret, penyebab perut buncit Tama mendadak sixpack.
Ada hal unik yang
mereka lakukan, pada setiap akhir pekan mereka giat sekali “kondangan”, mungkin
sedang mengumpulkan ide dan konsep pernikahan, barangkali mereka sedang
mendirikan sebuah usaha bersama.
Kita sebagai teman….
sangat senang melihat keintiman mereka, semoga prosesi “kondangan-kondangan” di
tiap akhir pekan semakin mendewasakan mereka, semoga mereka tetap langgeng dan
di berkati Semesta. Rameeeeeennnnn.
**Begitulah cerita
setangah fiksi si Supri, dan cerita ini tidak akan tertulis jika tidak ada
matakuliah statistik.
…lalu
ceritamu sendiri bagaimana?
Apa’an…Suram tauu,
belum juga hafal doa niat wudhu.. sudah kena talak dua aja… Hih!! XD
***
Selamat pagi… Semesta.
No comments:
Post a Comment