Sunday, April 19, 2015

Supri dan Cincin Batu Akik Embahnya Supri


         Jika kita menonton sebuah film, cerita Supri ini termasuk “open ending”, yang mana penonton sendirilah yang memutuskan akhir cerita, tergantung imajinasi dan daya nalar penonton sendiri.

Cerita sebelumnya :

Supri akhirnya move on dan sadar, berharap Evi putus dari pacarnya adalah pekerjaan yang sungguh sia-sia, sama saja menunggu lebaran monyet dibikin hari libur/tanggal merah oleh pemerintah. Evi yang sudah usang di mata Supri, saya kira cerita ini bakalan berakhir tragis, akan tetapi Semesta berkata lain, Supri menjungkir balikan keadaan, yang tadinya suram, rumit dan pelik ternyata berubah hanya dengan hitungan  minggu, tepatnya setelah Supri pulang dari tanah kelahiraanya.

((cetang-cetung)) [suara ringtone WA dan BBM dari hp Supri]
Terlihat di layar hp, pesan bbm dari mbak-mbak BRI, “sabtu besok kamu jadi ke Like Earth kan?”

((cetang-cetung 2))
wa dari mbak-mbak dealer Toyota : “sup…weekend ini kita jadi nontonkan, filmnya bagus lhoo”

((cetang-cetung 3))
 wa dari mbak-mbak Mega Syariah : “mz… jangan lupa lhoo, nanti sepulang kerja, kita diner”

((cetang-cetung 4))
bbm dari perempuan yang telah di php-in Supri selama ribuan tahun : “supri…”  

**entah kenapa, pesan keempat tadi terdengar lirih dan menyayat. Kalian tahukan, PHP atau bahasa enggresnya “the giver of false hope” adalah kejahatan paling kejam nomor dua setelah nyolong kotak amal masjid.

Rentetan pesan yang ada didalam hp pintar Supri terjadi kurang dari 2 menit, Supri yang sekarang jumawa…HIH. Eitss.. baru 2 menit 4 detik, hp Supri bersuara kembali:

((cetang-cetung 5)) sebuah pesan pendek : “le kamu jangan lupa sholat yaa, doa Ibu menyertaimu nak”.
Oh ternyata pesan dari ibunda Supri.*sungkem ke Ibu*


****

[sebuah pesan wa dikirim oleh Supri, kepada mbak-mbak yang belum jelas siapa-siapanya]
Sejatinya… kita adalah sepasang trauma penuh luka,kita berusaha saling menyembuhkan. dan untuk kali ini Tuhan tidak lagi bercanda,Ia mempertemukan kita dalam misteri yang kita sebut cinta.-  untuk sebuah harapan 

Alam Semesta menyaksikan betapa biadabnya Supri, 4 pesan mbak-mbak yang sedari tadi menunggu balasan diabaikan. Ia malah asik berpuisi ria dengan mbak-mbak…wait… mbak-mbak mana lagi ini Supri??? Kok gua kagak tahu?? Shiiiiteeeee!!!


****
Beberapa minggu sebelumnya, Supri mendarat di kota kelahirannya.
Duduk seorang kakek yang sedang asik meniup dan menggosok-gosok cincin batu akik, tak sedikitpun di perhatikannya kedatangan Supri, ia dianggap sesosok jin yang sedang numpang lewat.

Supri : ehem [Supri berdeham]
Supri : ehem ehem
Supri : [10 kali berdeham, baru kakek tersebut bersuara]
Mbahnya Supri : “anak jaman sekarang, bukannya kulonuwun, malah pura-pura batuk.” gimana kerjaan dan kulihmu le?, Tanya mbahnya.

Supri :  lancar mbah, wong cucumu ini bintang kelas.
Mbahnya Supri : wooo yoo syukur le, tapi klo soal asmara?? [tanpa tedeng aling-aling, mbahnya Supri langsung berkelakar]

Supri : woooasemmik…[dalam hati, kenyataanya Supri hanya seyum kecut]
Mbahnya Supri : sini le, aku punya sesuatu buat kamu, nih… cincin batu akik pengasih buat kamu, namanya batu akik apel malang, soal kasiat jangan ditanya…Ampuh!!!.
Batu akik ini hanya ada di Malang saja, ndak ada di daerah lain, batu akik ini berasal dari muntahan gunung Arjuno ribuan tahun silam. Kamu tahukan sifat Arjuno, Arjuno itu gagah, pendiam, teliti, berani dan gemar melindungi kaum yang lemah.

Supri : laaah mbah, apa hubungannya dengan pengasih?
Mbahnya Supri : kamu ini, dengar dulu kalo mbah lagi ngomong.
Supri : [terkekeh]

Mbahnya Supri :  gini saja…karena anak muda jaman sekarang maunya serba instan, yaa langsung aku kasih tahu kasiat cicin batu akik apel Malang ini. Jadi… pengasihan hanya kata lain, intinya kalau kamu punya sifat seperti Arjuno, niscaya seribu dewi drupradi pun bakal bertekuk lutut. Tapi ingat, batu ini punya pantangan. Saat kamu kekamar mandi, batu ini jangan di bawa, apalagi dibawa mandi bareng. Selain pantangan, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan secara giat, yaitu berdoa dan berusaha.
Supri : [dalam hati : yaelah mbah, dari jaman nenek moyang negeri ini nyembah batu sampai nyembah yang nggak keliatan…semua juga tahu itu, gua kira cicin itu bertuah…HIH] inggih mbah.


****
Hati Supri sempat berkecamuk, ia  setengah tidak percaya akan kasiat cicin itu, namun berkat cincin tersebut, beberapa mbak-mbak nempel seperti koreng yang tak kunjung kering. Celakanya ada satu hal yang Supri lupakan, bahwasanya cincin tersebut tidak boleh di gunakan sembarangan. Tetapi pada kenyataannya Supri mengoleksi mbak-mbak dealer, mbak-mbak kartu kredit dan mbak-mbak yang belum terungkap siapa-siapanya. 

Semoga kemlekatan-kemlekatan terhadap mbak-mbak tersebut berkurang, sehingga karma buruk tidak menimpa, dan Supri dijauhkan dari bala apapun.

Dari cerita njlimet diatas bisa diambil pesan moral, bahwasanya semangat yang menggebu adalah jalan untuk mewujudkan mimpi.

Supri yang sedang dilanda banyak asmara, entah ia ikut mahzab yang mana, setahu saya… mahzab Hanafi memang ndak pernah melarang mimik bir, tapi kalau mengoleksi mbak-mbak saya ndak faham. Sepertinya saya musti berguru ke bang haji rhoma, beliau faham betul pasti.

Dan yang menarik dari Supri, sekarang ia pandai sekali berpuisi, ia faham dengan sajak-sajak Sapardi Jokodamono, kutipan-kutipan Paulo Celho dan Supri juga sedang menggemari puisi cinta Nizar Qabbani, penyair kelahiran Damaskus – Suriah. Arrggh…Supri mengejawantahkan Rangga masakini… bersifat dingin dan jago nge-PHP-in mbak Cinta dari dealer-dealer sekitar Jakarta Timur, Tengah dan Selatan.

*sejujurnya, saya ada sedikit keinginan untuk mencuri batu cincin apel malang tersebut, mengingat track record Supri yang sungguh menakjubkan.


****
Seperinya kurang afdol kalau saya tak berkabar soal Tama dan Ita. Tama yang sekarang sedang giat menabung, ia semangat mengumpulkan pundi-pundi untuk bayar ketering. Sudah barang tentu dengan dukungan Ita, perempuan berhidung pinokio, perempuan yang sempat membuat Tama mencret-mencret, penyebab perut buncit Tama mendadak sixpack.

Ada hal unik yang mereka lakukan, pada setiap akhir pekan mereka giat sekali “kondangan”, mungkin sedang mengumpulkan ide dan konsep pernikahan, barangkali mereka sedang mendirikan sebuah usaha bersama.

Kita sebagai teman…. sangat senang melihat keintiman mereka, semoga prosesi “kondangan-kondangan” di tiap akhir pekan semakin mendewasakan mereka, semoga mereka tetap langgeng dan di berkati Semesta. Rameeeeeennnnn.

**Begitulah cerita setangah fiksi si Supri, dan cerita ini tidak akan tertulis jika tidak ada matakuliah statistik.

…lalu ceritamu sendiri bagaimana?
Apa’an…Suram tauu, belum juga hafal doa niat wudhu.. sudah kena talak dua aja… Hih!!  XD


***

Selamat pagi… Semesta.

No comments:

Post a Comment