GOL… GOL… GOL… GOL… GOL… GOL… GOL… GOL… GOL… GOL…!!!!
Apa yang ada dalam benak kita ketika mendengar kata 10 goal, waah hebat!! Tentunya jika kita menang, namun jika kita menelan kekalahan dengan score 10-0, apa yang ada didalam otak kita? Sudahlah saya sendiri tidak bisa menerimanya.
29 April 2012, Timnas Indonesia benar-benar berada dalam titik nol, tinta sejarah kelam tertoreh, Indonesia dibabat Bahrain 10 gol tanpa balas, entah saya musti bicara apa, apabila kelak anak cucu saya bertanya, kenapa Indonesia kalah 10-0. Saya sebagai penggemar sepakbola tentunya ingin sesekali melihat Timnas Berjaya(entah kapan terakhir kali Timnas Indonesia menjadi juara).
Sepuluh gol membuat presiden Indonesia angkat bicara, beliau “Prihatin”, mungkin juga malu? Lalu kenapa baru sekarang? Baru bicara ketika sepuluh gol? (saya juga tidak terlalu berharap bahwa dengan komentar beliau, sepuluh gol bisa berubah jadi lima atau malah dua gol) J
Djohar Arifin mundur?? Ada yang aneh dengan kalimat tadi, adakah pemimpin dinegeri ini mundur jika merasa gagal dalam kepemimpinannya?, sepeti yang dilakukan dua menteri di Perancis karena kasus korupsi, lalu mundurnya presiden Jerman, hanya karena masalah bunga kredit rumah!! Seorang menteri Korea Selatan mundur gara-gara listrik padam!! Duh..andaikata pemimpin-pemimpin kita mempunya budaya malu seperti itu, mungkin kursi-kursi pemerintahan kosong, karena semua mengundurkan diri. Ah sudahlah… (berkhayal memang mengasyikan) :p
PSSI…hmmm apa yang ada didalam otak saya jika mendengar PSSI? Saya pusing, entah ada apa sih di PSSI itu, Kursi Emas? Bukankah PSSI sudah seharusnya membina sepakbola agar bisa setara dengan sepakbola Negara lain? Bukannya malah ribut sendiri, rebutan Kursi Kekuasaa, yang rugikan kitasendirikan? Lalu para pemain sepak bola yang tersakitikan?, beberapa waktu silam pemain yang berlaga di liga tak resmi(menurut PSSI pada waktu itu) tidak bisa masuk skuad timnas, lalu Indonesia kalah lagi. Lalu setelah kepemimpinan PSSI yang baru, semua pemain baik yang bermain di liga IPL maupun ISL bisa masuk timnas, dan lagi-lagi timas kalah lagi. Seolah kekalahan sudah menjadi budaya bagi timnas sepak bola Indonesia, PSSI hanya berkutat dengan konflik kepentingan pribadi, mereka lupa akan fitrah mulia PSSI, membina bibit-bibit pesebakbola dan juga merawat pesepakbolanya itu sendiri.
Ada yang bilang "Selama dunia sepakbola Indonesia masih dicampuradukkan dengan dunia politik, selama itu pula sepakbola Indonesia tidak akan maju” ya memang benar, kita bisa lihatkan beberapa waktu lalu seorang konglongmerat dengan atribut kuning-kuning membonceng timnas untuk berkampanye!! Hlaah sudah semakin mawut sepakbola Indonesia ini, waktu itu Alfred Riedl(mantan pelatih timnas Indonesia) mengeluh karena intervensi Politik di Indonesia, buat apa Firman CS disowankan ke rumah Bakrie, bakrie itu siapa????????????????? (orang kaya mblo!! Haha) jadi PSSI itu milik pribadi gitu?? Duuh semakin semrawut!!!
Yang jelas kita tidak bisa berharap banyak kepada timnas Indonesia (JUARA DUNIA HAHAHAH) jikalau PSSI masih egois, masih mikirin diri sendiri, masih mikirin kursi kekuasaan. Seharusnya dan sangat wajib dilakukan PSSI adalah menata ulang system Liga Nasional, jangan semrawut seperti sekarang, masa iya satu kota ada dua klub bola dengan nama yang sama? Meskipun beda Liga? Yang tak kalah ajaib, satu Negara mempunya dua liga professional? (hlah itu akibat konflik kursi PSSI mblo) Duuh bingung aku!!!!.
Bagi Pecinta Sepak Bola Indonesia, harap prihatin, wong presiden aja bisa prihatin kok!! *nangis aku, prihatin mulu’ kapan senengnya??*
Lalu dari sekarang mulai mengarang kata dan penjelasan, jikalau nanti anak dan cucumu bertanya, kenapa bisa 10-0?? *mikir*
No comments:
Post a Comment