Thursday, March 8, 2012

Teringat kembali Final UCL 2011

Manchester United ditekuk Atletic Bilbao.

Mengandalkan pemain muda, permainan cepat serta fisik yang mumpuni, pressing bola yang tinggi dengan passing bola yang akurat, serta semangat pantang menyerah, untuk saat ini tentu saja kriteria tim sepakbola itu hanya ada di tim Barcelona FC, tapi tunggu dulu, jangan lupakan Atletic Bilbao, tim berasal dari kota Bisque, kota yang terletak di bagian utara Spanyol, Bilbao telah berubah sejak kedatangan pelatih  Gila atau El Loco, yaitu Marcelo Bielsa.

Bielsa adalah seorang pelatih berasal dari Argentina, pelatih dengan kegilaan “Sepak bola Menyerang”, mengenai kemampuan si Gila ini tidak perlu diragukan lagi, bahkan seorang Pep Guardiola rela terbang malam-malam menuju Rosario Argentinya hanya untuk berdiskusi/berguru kepada si Gila.

Masih teringat jelas final Liga Champion tahun lalu, Manchester United menjadi bulan-bulanan Barca dengan permainan tiki-taka, lini tengah United benar-benar mendapat pressing dan hampir tidak bisa memberikan supply bola ke lini depan, praktis hanya bisa menunggu, mengandalkan serangan balik dan bertahan, itulah yang terjadi pada pertandingan malam tadi, United takhluk 2-3 melawan Atletico Bilbao, tim dari Spanyol yang mempunyai gaya permainan menyerang seperti Barcelona.

David De Gea harus berjuang keras menepis tendangan ke gawang United, meskipun penguasaan bola praktis di pegang Bilabao namun pada menit 22 babak pertama Wayne Rooney berhasil mencuri gol, namun Bilbao berhasil membalas melalui sundulan Florente, serangan sporadis Bilbao menghasilkan gol pada menit 72, meskipun gol tersebut berbau offside akan tetapi pola permainan Bilbao sangat mengesankan, tidak berhenti di situ menit 90, Munian berhasil menambah goal menjadi 1-3. United berhasil memperkecil ketinggalan pada menit 90+2, memalalui titik putih, Rooney tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, hasil akhir babak 16 Besar, di Leg pertama antar Manchester United dan Atletico Bilbao adalh 2-3 untuk kemenangan Bilbao, tentunya di leg kedua United perlu keajaiban dan kerja keras dari SAF.


Sebagai fans United tentunya saya kecewa dengan hasil pertandingan semalam, United pantas mendapatkan kekalahan, lalu pertanyaanya adalah, ada apa dengan pertahan United, ada apa dengan lini tengah United?, apakah SAF masih belum menemukan formasi yang tepat untuk mematahkan taktik permainan cepat dan tiki-tika seperti Bilbao dan Barcelona.

Di leg kedua nanti United harus menang 2-0 tanpa kebobolan dengan Bilbao, terdengan sulit memang akan tetapi Sepak Bola tidak ada yang tidak mungkin.


We’re Manchester United, We DO What We Want!!

No comments:

Post a Comment