Friday, March 23, 2012

Bukankah kita semua “Plastic Fans”??


Percakapan penyuka sepak bola layar kaca :
A : Lo suka nonton sepak bola?
B: Suka.
A: Klub bola mana yang lo suka?
B: Barcelona
A: Kenapa? Emang lo dari Barcelona?
B: Ya karena permainannya bagus, keren, enak ditonton. Gak gw dari Indonesia.
A: dari mana lo dapet informasi tentang Barcelona
B: Televisi, Media Cetak dan Internet.
Percakapan penggemar artis/penyanyi luar negeri :
A: Lo suka music? Penyanyi ato band apa yang lo suka?
B: Suka, gw suka Lady Gaga
A: Kenapa? Diakan bukan orang Indonesia?
B: Ya karena tuh dia penuh talenta, idenya yg kelewat jenius. Saya gak ngeliat tuh artis Indo yang seperti Lady Gaga.
A: dari mana lo dapet informasi tentang Barcelona
B: Televisi, Media Cetak dan Internet.
Okay, itulah jawaban Fans sepak bola luar negeri ataupun fans artis/grub band luar negeri dan kemungkinan besar hampir semua jawabannya seperti itu.
Pertanyaannya adalah, yang membedakan Plastic Fans dengan Fans Sejati itu apa sih?
Apa iya karena dia Fans Barcelona atau liga di benua Eropa, harus lahir disana? Lalu apa iya karena dia fans Lady Gaga harus lahir di Amerika? Gw juga kurang mengerti apa itu Plastic Fans dan Fans Sejati.
Kalaupun gw dibilang Plastic Fans, bisa juga dan gw terima itu, dan kalian juga merupakan bagian dari Plastic Fans itu, kalian ikut merayakan Valentine ataupun Halloween, kenapa? Ya karena itu bukan bagian dari budaya Indonesia, tak ada di Indonesia.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjadi Fans Sejati? Apakah kita harus pindah ke Barcelona? Gw juga bingung musti gimana, apakah kita tidak boleh mendukung klub sepak bola mancanegara? trus apakah salah kalau kita mendukung klub sepak bola mancanegara?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Plastic Fans atau Fans Sejati, kita bersyukur dengan kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi, kita tidak perlu datang ke kota Barcelona untuk menonton bola, tidak perlu datang ke Amerika untuk ngeliat Lady Gaga, semua ada didepan mata.
Saya ingat sewaktu masih duduk di bangku SMP, lebih mudah mencari Informasi sepak bola luar negeri dari pada dalam negeri. Contoh, Pesepakbola tahun 90’an yang saya tahu ada Paul Scholes, David Beckham, Giggs, Bergkamp, Henry dan banyak lagi. Apakah saya tahu pesepakbola Indonesia? Tahu, tapi hanya sedikit.

Yang lebih gilanya lagi, saya lebih mudah mencari poster bintang sepakbola mancanegara di banding pesepakbola dalam negeri. Dulu dikamar saya ada Poster David Beckham, Paul Scholes dan klub sepak bola Manchester United, ada yang salah? Ada yang janggal? Hehehe.

Baiklah, saya musti suka sama klub lokal? Yang notabene liga yang selalu ribut dan semrawut, apakah cukup enak ditonton? Ada, hanya beberapa klub besar yang enak, lainnya? anda bisa nilai sendiri.
Saya juga masih ingat, jaman saya SMP, lebih suka nonton bola liga Eropa, kenapa? Ya pasti menghibur, lalu jam siaran di televisi juga malam hari, pas diwaktu yang santai dan senggang. Menyaksikan siaran sepakbola mancanegara, dengan teman-teman satu desa sembari menyruput kopi dibawah kaki gunung lawu, padahal sepakbolanya di Inggris.
Bandingkan dengan liga di Indonesia , disiarin televisi di sore hari, hari kerja/sekolah pula!! Gimana mau nonton? Wong saya kalo sore juga  maen bola kok. hehehehe
Lalu lebih tau musiknya Oasis dari pada musiknya Waljinah, Didi Kempot ataupun Yati Pesek, salahkah saya? Coba salahkanlah teknologi …. Huehehe.

Nah berangkat dari situ, kemungkinan besar penyuka liga Eropa juga mengalami nasib sama seperti saya, lebih tahu sepakbola luar negeri dari pada dalam negeri, karena arus informasi yang begitu cepat dan sangat mudah didapat. Dan dengan ide kreatif mereka, mereka membentuk Fans Club sepakbola mancanegara, entah Barcelona, Milan, Manchester United dan lainnya. Ada yang salah dengan mereka? Menurut saya sih tidak salah, mereka hanya penikmat sepakbola yang enak dilihat, sepakbola yang menghibur dan dengan waktu yang pas diluar kesibukan mereka.
Okay, sebutlah mereka supporter café, sabtu atau minggu mereka berkumpul di café, dengan layar proyektor dan chant/nanyian layaknya  menyaksikan sepakbola di stadion. Ada yang salah sama mereka? Menurut saya gak sih, wajar saja.
Akan tetapi dari sinilah muncul gesekan antar Fans Club liga mancanegara, karena pelatih/pemain/supporter klub tersebut bersitegang dengan klub lainnya, lalu Fans Club disini juga saling ejek(masih wajar, dan dimaklumi, yang namanya udah cita pasti dibela dong…hehehe)tapi yang sedikit menggelikan, kalau sudah adu fisik(lempar botol beer) dan ancam-mengancam!!Itu yang kadang membikin saya tertawa.
Sesama “Plastic Fans” dilarang adu fisik, nanti kena daur ulang lho…!!

*daur ulang yang saya maksud, yaitu kalau sampai dia pindah Fans Club, gara-gara bosen klub sepakbola mancanegara yang dia sukai tak kunjung juara!! Haahahahaha.

No comments:

Post a Comment