Kemampuan tweet/path-mu kok cuma sebatas "menyudutkan"
kaum jomblo, seolah-olah mereka itu aib. kamu pernah denger istilah "Pacar
Rahasia" ?
Ini bukan soal saya sinis soal “bully-an”
kaum-kaum yang berpasangan, bukan sama sekali…tolong jangan berprasangka buruk
kepada saya. Ini hanya bentuk kekepedulian saya terhadap kaum-kaum pembully jomblo. Seharusnya kalian itu punya kemampuan kreativitas
yang lebih dari sekedar membuat meme lucu-lucuan atau kata-kata mengejek, memang sekali dua kali terlihat lucu, tetapi jika di ulang-ulang akan terlihat kebodohannya. kreativitas kalian terpendam dan binasa karena setiap malam
minggu hanya sibuk ngurusin para jomblo.
Apa mungkin pacaran kalian itu hanya sebatas, ketemu, duduk
di warung kopi, pesan makanan dan minuman, terus mantengin HP, dan lalu ngebully para Jomblo?. Jika itu yang terjadi, "yangyangan(pacaran)" kalian jauh dari kata romatis, tidak kreatif. Mosok tidak pake’ belai-belai
rambut gitu? atau sekedar piknik gelar tikar di bawah pohon jambu mede.
Jadi pacaran kalian tidak pernah mandi bareng? Aaahhh cupu...cupuuuuuu!! Kata temen saya, kalau pacaran ya harus harus mandi bareng. *eits...punya isi kepala jangan dibiasakan ngeres...!!
Mandi bareng yang saya maksud adalah mandi air hujan, alias hujan-hujanan diatas Vespa, boncengan berdua, atau jika sedang malas basah-basahan, temen saya mampir ke warung kopi, atau malah menikmati beberapa kaleng beer, ngobrol nol kali nol yang membuat mereka semakin dekat dan erat, saling memahami satu sama lain, begitulah seharusnya hubungan yang sehat. Kelewat romantis bukan? tidak...itu biasa saja, hanya hubungan kalian saja yang monoton...Ngesakne.
Mandi bareng yang saya maksud adalah mandi air hujan, alias hujan-hujanan diatas Vespa, boncengan berdua, atau jika sedang malas basah-basahan, temen saya mampir ke warung kopi, atau malah menikmati beberapa kaleng beer, ngobrol nol kali nol yang membuat mereka semakin dekat dan erat, saling memahami satu sama lain, begitulah seharusnya hubungan yang sehat. Kelewat romantis bukan? tidak...itu biasa saja, hanya hubungan kalian saja yang monoton...Ngesakne.
Atau barangkali pacar kalian lagi jalan bareng sama Pacar Rahasianya?
Hloh bisa jadi lho, seharusnya kalian berfikir sampai kesitu…kaum Jomblo itu ancaman nyata, siap menikung kapan saja. Jelas, kaum Jomblo adalah Ancaman Bagi Keharmonisan Sebuah Hubungan.
Kalian tahu, kejahatan paling keji di ranah hubungan antar manusia adalah
stereotype. Tanpa kita sadari alam bawah sadar kita secara perlahan-lahan telah membangun stereotype, bahwasanya menjadi jomblo itu
menyedihkan, akan tetapi seperti biasa kejahatan pikiran kita itu terbukti salah,
contohnya kisah teman saya :
Sebut saja si ANU dia kelihatan jomblo sejak dari pikiran...atau
mungkin sejak jaman fir’aun. Tapi sebenarnya dia tidak sendirian, memang ada
kalanya kalau malam minggu dia habiskan ngumpul sama teman-temannya, atau
nonton bola, mungkin malah ngendon di kamar sekedar baca-baca, atau malah kadang si ANU
ini ngopi sendirian di warung kopi mbah Rejo. Tetapi sebenarnya dia adalah
seorang Pacar Rahasia!!!
Cerita lengkapnya bisa di lihat DISINI
(sudah dibaca? Bisa lanjut? …Okay)
Tidak usah menghakimi kisah si ANU, kalian sudah pada gede,
tak perlu juga menilai kehidupan si ANU, kalian bukan dewan juri ajang pencarian
bakat. Lalu…apakah si ANU masih menjadi Pacar Rahasia sampai
sekarang? Saya ndak tahu, dia lagi sibuk sama perkuliahan, katanya.
******************************
Jomblo adalah
kesunyian masing-masing (pelintiran bait puisi Chairil Anwar), sama halnya Jean Paul
Sartre saat menukangi tim sepak bola Perancis “Stade de Germain”,
menurut filsuf yang juga pelopor taktik sepak bola “false 9” :
“Anybody can be alone in
a meaningless universe, but it takes real skill to be alone in a crowded
penalty area.”
Ibarat dalam sepak bola, para jomblo ini adalah striker haus gol, yang punya gerakan tanpa bola yang sangat mumpuni, ia merupakan busur panah yang melesat diantara barikade pasukan kavaleri lawan, dan siap-siap mengobrak-abrik jantung pertahan lawan, menari-nari lincah bak Garrincha, mengelabui dan menikung didalam kotak pinalti...lalu gol, namun barangkali ia hanya sebagai pemain cadangan, yaah bisa kita katakan "super sub".
Akan tetapi, biar bagaimanapun seorang jomblo tetaplah kesendirian, meskipun semua orang bisa
saja mendapati kesunyian di semesta ini. Maka dari itu, jadilah jomblo yang berwibawa, jadilah bayang-bayang, yang siap sewaktu-waktu membayangi hubungan sepasang
kekasih manusia, membuat babak cerita baru bagi mereka. *nyengir*
Bahwasanya “kejombloan adalah kebahagian dalam bentuk lain”, karena sudah barang
tentu kebahagian bukan serta merta milik mereka yang berpasangan, dan bukan
berarti pula kebahagian mutlak milikmu wahai kaum jomblo…. Bukan itu. Anton Chekov, seorang penulis cerpen
asal Rusia, mengatakan :
“If you are afraid of loneliness, Jangan PACARAN.” (quote ini juga saya pelintir)
Bukan berarti saya menilai
setiap hubungan itu adalah kesepian/kesunyian, tidak…siapa saya berhak menilai
hidup kalian, tafsiran kebahagiaan ada di diri kalian sendiri bukan?
Karena hampir semua aspek kehidup ini dikonstruksikan secara
sosial, maka carilah makna hubungan antar manusia lain…carilah arti kehidupan
kalian sendiri. Menurut Berger dan Luckmann sang ahli
sosiologi, Hubungan antara manusia sebagai produsen dan dunia sosial
sebagai produknya, yaitu penyesuaian dengan dunia sosiokultural produk manusia,
interaksi sosial dalam intersubjektif yang dilembagakan, juga individu yang
mengidentifikasi diri ditengah lembaga sosial dimana ia merupakan
anggotanya. Jika kalian sudah bisa melihat konstruksi sosial dengan
jernih, maka kita dengan lihai menikmati hidup di tengah hingar bingar konsensus bersama, indah
rasanya menertawakan kehidupan ini.
Hloh..hloh.. kok ini malah jadi serius… udahlah.
Buat para
Jomblo, ingat… kalian itu ancaman, jika ada yang membully tanpa ampun…..maka
dekati pacarnya, sepikin dan hancurkan..!!! eh maksudnya perindah hubungan mereka, buat cerita-cerita baru. *ngikik*

No comments:
Post a Comment