Rindu tak akan pernah abadi, seperti gincu di bibir yang
sedang menikmati kopi, sebagian pudar, sebagian lagi meninggalkan belangnya di
cangkir kopi.
Rindu salah satu slogan dari Romantisme, tentang perasaan,
tentang pengalaman, tentang imajinasi… tapi bukan berarti aku akan mengagung-agungkan
ego kerinduan yang tak terkendali. Bukan, aku tetap akan merindu dengan
menciptakan realita-realitaku sendiri. Aku akan menciptakan alam rayaku
sendiri, akan ku buat bait-bait impian dan kenyataanku sendiri.
Romantisme tidak melulu memuja kerinduan akan cinta, meskipun
di akhir abad 17 lewat buku yang berjudul The Sorrow of Young Werther, drama
yang diakhiri penembakan kepalanya sendiri. Menjadi romantis terkadang
berbahaya, bagi segelintir orang yang kurang baca. Terdengar lucu memang,
sampai-sampai buku tersebut dilarang beredar di Denmark dan Norwegia.
Romantisme adalah kerinduan akan alam dan misteri, mungkin kamu memang misteri
tetapi aku adalah ruh dari misteri itu.
Bagaimana cara menikmati kerinduan, mungkin dengan secangkir
kopi? Atau dengan beberapa kaleng beer? Tentu ditemani cahaya senja yang kian
lama kian menghilang? Barangkali kerinduan perihal kehilangan? entahlah.
Kerinduan menghapus keramaian-keramain sekitarmu, masih
ingatkah saat kamu berada di tengah hiruk pikuk warung kopi? Kamu menunggu
kerinduanmu, maka kamu tidak pedulikan orang-orang di sekitarmu, bahkan cangkir
kopi yang seharusnya menjadi teman terbaikmu, teman nyatamu, kamu anggap ia
sebagai penghalang, hal yang tidak penting, kamu dan kerinduanmulah yang benar-benar
nyata.
Kerinduan yang baik adalah kerinduan yang terbalas, apa
pentingnya duduk di dalam satu warung dengan dua cangkir kopi, putung-putung
rokok menghiasi asbak, bibir-bibir yang sering menari tetapi pandangan mata
kosong? Maka disinilah realitamu, barangkali kamu akan mengumpat keras dengan
kerinduanmu itu, atau barangkali kamu akan merengek-rengek belas kasihan? Tidak…jangan
pernah lakukan itu…perihal perjuangan, mendengakan kepala adalah perjuangan
terakhir, gugur dengan terhormat.
Kerinduan memang terkadang brengsek, ia laksana punguk yang
menunggu fajar…lalu padam.
I feel better, I feel better now you've gone
I got better, I got better, I got strong
I feel better,
I feel better, now there's nothing wrong
I got better,
I got better, I got strong
Tell me something, , Tell me something I don't know
Tell me one thing,
Tell me one thing, let it go…..
I got better, I got better, I got strong
I feel better,
I feel better, now there's nothing wrong
I got better,
I got better, I got strong
Tell me something, , Tell me something I don't know
Tell me one thing,
Tell me one thing, let it go…..
Bajingan tengik…. Kenapa kelar Radiohead langsung lagunya Morrissey?
– ♪ ♫ ♩ ♬ Oh Well, I'll Never Learn
*sssttt jangan serius-serius.. nanti tambah stress...inget kesehatanmu :D
*sssttt jangan serius-serius.. nanti tambah stress...inget kesehatanmu :D
No comments:
Post a Comment