Saturday, October 11, 2014

Romantisme Kerinduan


Rindu tak akan pernah abadi, seperti gincu di bibir yang sedang menikmati kopi, sebagian pudar, sebagian lagi meninggalkan belangnya di cangkir kopi.

Rindu salah satu slogan dari Romantisme, tentang perasaan, tentang pengalaman, tentang imajinasi… tapi bukan berarti aku akan mengagung-agungkan ego kerinduan yang tak terkendali. Bukan, aku tetap akan merindu dengan menciptakan realita-realitaku sendiri. Aku akan menciptakan alam rayaku sendiri, akan ku buat bait-bait impian dan kenyataanku sendiri.

Romantisme tidak melulu memuja kerinduan akan cinta, meskipun di akhir abad 17 lewat buku yang berjudul The Sorrow of Young Werther, drama yang diakhiri penembakan kepalanya sendiri. Menjadi romantis terkadang berbahaya, bagi segelintir orang yang kurang baca. Terdengar lucu memang, sampai-sampai buku tersebut dilarang beredar di Denmark dan Norwegia. Romantisme adalah kerinduan akan alam dan misteri, mungkin kamu memang misteri tetapi aku adalah ruh dari misteri itu.

Bagaimana cara menikmati kerinduan, mungkin dengan secangkir kopi? Atau dengan beberapa kaleng beer? Tentu ditemani cahaya senja yang kian lama kian menghilang? Barangkali kerinduan perihal kehilangan? entahlah.

Kerinduan menghapus keramaian-keramain sekitarmu, masih ingatkah saat kamu berada di tengah hiruk pikuk warung kopi? Kamu menunggu kerinduanmu, maka kamu tidak pedulikan orang-orang di sekitarmu, bahkan cangkir kopi yang seharusnya menjadi teman terbaikmu, teman nyatamu, kamu anggap ia sebagai penghalang, hal yang tidak penting, kamu dan kerinduanmulah yang benar-benar nyata.

Kerinduan yang baik adalah kerinduan yang terbalas, apa pentingnya duduk di dalam satu warung dengan dua cangkir kopi, putung-putung rokok menghiasi asbak, bibir-bibir yang sering menari tetapi pandangan mata kosong? Maka disinilah realitamu, barangkali kamu akan mengumpat keras dengan kerinduanmu itu, atau barangkali kamu akan merengek-rengek belas kasihan? Tidak…jangan pernah lakukan itu…perihal perjuangan, mendengakan kepala adalah perjuangan terakhir, gugur dengan terhormat.

Kerinduan memang terkadang brengsek, ia laksana punguk yang menunggu fajar…lalu padam.

Samar-samar lagu berjudul Lurgee berputar di Ipodku :

I feel better,  I feel better now you've gone
I got better,  I got better, I got strong

I feel better,
I feel better, now there's nothing wrong

I got better,
I got better, I got strong

Tell me something, , Tell me something I don't know
Tell me one thing,
Tell me one thing, let it go…..

Thom Yorke memang tak pernah gagal melepaskan kejujuran.

Bajingan tengik…. Kenapa kelar Radiohead langsung lagunya Morrissey?  – ♪ ♫ ♩ ♬  Oh Well, I'll Never Learn 

*sssttt jangan serius-serius.. nanti tambah stress...inget kesehatanmu :D



No comments:

Post a Comment