Thursday, November 20, 2014

Warung Kopi Pinggir Trotoar #2

Bagian Kedua.





Adakalanya orang datang dengan beriba cerita tentang kemalangan dirinya, dalam hati akupun berujar “oh kawan, kemalanganmu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kehidupanku, ayolah nikmati saja” . Manusia akan sangat mudah mengejar pencapain mimpi-mimpinya, namun manusia tidak akan pernah puas dengan hal itu, dan ternyata ada satu mimpi yang sangat mahal harganya, yaitu menjadi sederhana dan kemudian bahagia.


Sore ini seperti biasa, seduhan kopi hitam sachet di tambah susu kental manis, namun karena isi perut dalam keadaan nanggung, maka endomeih goreng yang di banjurin kecap manis(mi rebus sih sebenernya, cuma tidak pakai kuah) dan air mineral dalam kemasan gelas yang sedikit membedakan dari sore kemarin.

Matahari sudah menjingga, jalanan dan trotoar sudah dirudapaksa oleh kendaraan bermesin. Aku cukup bosan dengan mimpi-mimpi orang yang berlalu-lalang, semua hanya sebatas mencari kepuasan dengan materi, meskipun materi sudah di dapat, mereka pasti kepingin lebih, lebih dan lebih dari yang mereka punya.  Manusia adalah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi, namun sifatnya rakus dan serakah sejak awal penciptaanya.

Bukan…. aku tidak sedang menyamakan manusia dengan monyet, hanya orang-orang yang tidak punya kemauan membaca yang mengartikan manusia itu sama atau berasal dari monyet, Darwin pun tidak pernah berkata seperti itu. Meskipun  terkadang manusia-manusia mirip sekali kelakuannya dengan monyet…ahihihihi.


Oh ya pernahkah kalian menonton Cosmos: A Spacetime Odyssey acara seri televisi dokumenter tentang sains? Jika iya maka kamu akan setuju, bahwasanya manusia bukan berasal dari monyet(lebih mirip kera sih sebenarnya..hihihihi), apalagi dari tanah liat, manusia mempunyai nenek moyang yang sama dengan monyet ataupun kera.

Di film dokumenter tersebut di ceritakan bahwa Bumi terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, pada saat itu bumi sangat panas karena reaksi kimia, butuh waktu yang sangat lama sehingga rekasi kimia tersebut menghasilkan zat-zat seperti sekarang ini, yaitu air, udara dan lain sebagainya. Dari reaksi kimia diatas yang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama pula, terbentuklah makhluk organik hidup bersel satu. Makhluk bersel satu ini sangat unik, ia dipenuhi dengan unsur kimiawi yang mendukung ia membelah diri, dan memperbanyak diri.


Hehe… aku kali ini memasuki mimpi bocah kecil yang sedang berada di sebuah bajaj berbahan bakar gas, ia sedang bermimpi menjadi ilmuwan, dengan polosnya ia bertanya “apakah benar manusia berevolusi dari kera?”. Anak kecil selalu polos akal pikirannya, manusia dewasa yang meracuni akal dan pikirannya dengan hal-hal yang gaib.


Lalu berjuta-juta makhluk tadi, ada diantaranya yang berbeda, mereka bermutasi. Sebenarnya teori evolusi terdiri dari dua hal, yaitu Mutasi dan Seleksi alam, namun entah mengapa kita sendiri yang terkadang memperumitnya, ya mungkin karena di campur adukan dengan hal yang gaib, yang sebenarnya itu hanya ketidakmampuan kita untuk menjawab divertasi yang ada.

Nah…dari jutaan mutasi yang terjadi secara acak dan menghasilkan berbagai variasi-variasi, sampai akhirnya lautan di penuhi dengan berbagai jenis makhluk yang membelah diri tersebut, terjadi kompetisi dan mereka beradaptasi, dengan cara saling makan satu dengan yang lain(jadi dari asal muasalnya saja manusia sudah saling memakan…HIH)supaya bisa bertahan hidup.

Karena kondisi laut semakin komplek persaingannya, makanan semakin menipis, kompetisi yang sangat kejam membuat organisme-organisme ini membentuk fitur tubuhnya mereka (tentu membutuhkan waktu yang sangat lama), muncullah sirip dan kaki, yang bentuknya seperti ikan, mahkluk tersebut berubah bentuk menjadi mahkluk reptil, dan dari reptil menjadi mahkluk mamalia(tentu dengan waktu yang sangat lama), dan akhirnya menjadilah manusia seperti kita sekarang(tentu dengan waktu yang sangat lama), rakus, selfish dan saling memakan adalah bukti nyata…Buahahaha.


Aku tidak menuntut kalian percaya ceritaku, akupun hanya membaca di sini -> http://t.co/bWGmGCay (All Modern Life on Earth Derived from Common Ancestor) :p

Ya memang, semua mamalia memiliki karakteristik yang sama, karena nenek moyangnya sama, dan semua mahkluk hidup mempunyai kode DNA yang sama. Dan “key stone” yang menjadi dasar teori evolusi adalah Meskipun penampakan luar sama, bukan berarti mereka satu kerabat dan sebaliknya, dua mahkluk dengan berbeda bentuk, bisa jadi mereka adalah satu kerabat. Maka dari itu teori evolusi itu tidak pernah menyatakan manusia itu berasal dari monyet ataupun kera, hanya saja nenek moyangnya sama…ahihihihi.


Mekanismenya gini, Ikan paus dan Beruang, mereka jelas berbeda bentuk dan berbeda alam, namun jika kita lihat secara detil, mereka ternyata satu kerabat. Ikan paus dan beruang, keduanya punya paru-paru, ikan paus tidak selamanya di dalam laut, adakalanya ia harus ke permukaan untuk menghirup oksigen, keduanya hewan vivipar yaitu hewan yang melahirkan anaknya, mana ada ikan paus bertelur, lalu paus dan beruang punya rambut, namun rambut paus sudah mengalami penyusutan.

Contoh lagi, yaitu Burung Elang dan Kelelawar, mereka tampak mirip, bisa terbang dan habitatnya lebih banyak di udara. Akan tetapi jika dilihat lebih detil, ternyata mereka tidak satu kerabat. Kelelawar punya paru-paru seperti hewan mamalia lainya, akan tetapi di dalam paru-paru elang terdapat pundi-pundi udara, yang bertugas menampung udara saat ia terbang. Lalu, kelelawar mempunyai rambut sedangkan elang mempunyai bulu(bisakan membedakan rambut pada kelelawar dan bulu pada elang?), dalam mulut kelelawar ada gigi bahkan ada taringnya yang mirip vampire di film-film horror..hihihi, sedangkan elang mempunyai paruh, kelelawar adalah hewan vivipar yaitu bereproduksi dengan melahirkan, sedangkan elang dengan bertelur atau ovipar.


Dengan adanya bukti genetika yang sangat akurat seperti itu, maka dalam mimpi bocah kecil itu, akupun tidak berani berbohong, bahwasanya manusia di ciptakan dari tanah liat, ataupun ada yang nyiptain. Misalkan ada yang menciptakanpun, mungkin ia hanya menciptakan satu bakteri kecil. :p



Lamunanku sore ini terganggu dengan suara orang “Bang minta rokok, bang minta rokok”, aku terkaget.. sialan orang gila rupanya, akupun penasaran…apakah orang gila ini punya mimpi? bagaimanakah bentuk mimpinya? 


*ini seharusnya saya ngerjain tugas, kenapa malah cerita beginian…syuuraaamm. :(


"gambar diambil dari mbah google"

No comments:

Post a Comment