Bagian Kedua.
Adakalanya orang
datang dengan beriba cerita tentang kemalangan dirinya, dalam hati akupun
berujar “oh kawan, kemalanganmu tidak ada
apa-apanya di bandingkan dengan kehidupanku, ayolah nikmati saja” . Manusia
akan sangat mudah mengejar pencapain mimpi-mimpinya, namun manusia tidak akan
pernah puas dengan hal itu, dan ternyata ada satu mimpi yang sangat mahal
harganya, yaitu menjadi sederhana dan kemudian bahagia.
Sore ini
seperti biasa, seduhan kopi hitam sachet di tambah susu kental manis, namun
karena isi perut dalam keadaan nanggung, maka endomeih goreng yang di banjurin
kecap manis(mi rebus sih sebenernya, cuma tidak pakai kuah) dan air mineral dalam
kemasan gelas yang sedikit membedakan dari sore kemarin.
Matahari sudah
menjingga, jalanan dan trotoar sudah dirudapaksa oleh kendaraan bermesin. Aku cukup
bosan dengan mimpi-mimpi orang yang berlalu-lalang, semua hanya sebatas mencari
kepuasan dengan materi, meskipun materi sudah di dapat, mereka pasti kepingin
lebih, lebih dan lebih dari yang mereka punya. Manusia adalah spesies primata dari
golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi, namun sifatnya rakus dan serakah sejak awal penciptaanya.
Bukan…. aku
tidak sedang menyamakan manusia dengan monyet, hanya orang-orang yang tidak
punya kemauan membaca yang mengartikan manusia itu sama atau berasal dari
monyet, Darwin pun tidak pernah berkata seperti itu. Meskipun terkadang manusia-manusia mirip sekali kelakuannya
dengan monyet…ahihihihi.
Oh ya pernahkah
kalian menonton Cosmos: A Spacetime Odyssey acara seri televisi dokumenter tentang
sains? Jika iya maka kamu akan setuju, bahwasanya manusia bukan berasal dari
monyet(lebih mirip kera sih sebenarnya..hihihihi), apalagi dari tanah liat, manusia
mempunyai nenek moyang yang sama dengan monyet ataupun kera.
Di film dokumenter
tersebut di ceritakan bahwa Bumi terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu,
pada saat itu bumi sangat panas karena reaksi kimia, butuh waktu yang sangat
lama sehingga rekasi kimia tersebut menghasilkan zat-zat seperti sekarang ini,
yaitu air, udara dan lain sebagainya. Dari reaksi kimia diatas yang tentu
membutuhkan waktu yang sangat lama pula, terbentuklah makhluk organik hidup bersel satu. Makhluk bersel satu ini sangat unik,
ia dipenuhi dengan unsur kimiawi yang mendukung ia membelah diri, dan
memperbanyak diri.
Hehe… aku kali ini memasuki mimpi bocah kecil yang sedang berada di sebuah bajaj berbahan bakar gas, ia sedang bermimpi menjadi ilmuwan, dengan polosnya ia bertanya “apakah benar manusia berevolusi dari kera?”. Anak kecil selalu polos akal pikirannya, manusia dewasa yang meracuni akal dan pikirannya dengan hal-hal yang gaib.
Lalu berjuta-juta
makhluk tadi, ada diantaranya yang berbeda, mereka bermutasi. Sebenarnya teori
evolusi terdiri dari dua hal, yaitu Mutasi dan Seleksi alam, namun entah
mengapa kita sendiri yang terkadang memperumitnya, ya mungkin karena di campur
adukan dengan hal yang gaib, yang sebenarnya itu hanya ketidakmampuan kita
untuk menjawab divertasi yang ada.
Nah…dari
jutaan mutasi yang terjadi secara acak dan menghasilkan berbagai
variasi-variasi, sampai akhirnya lautan di penuhi dengan berbagai jenis makhluk
yang membelah diri tersebut, terjadi kompetisi dan mereka beradaptasi, dengan
cara saling makan satu dengan yang lain(jadi dari asal muasalnya saja manusia
sudah saling memakan…HIH)supaya bisa bertahan hidup.
Karena kondisi
laut semakin komplek persaingannya, makanan semakin menipis, kompetisi yang
sangat kejam membuat organisme-organisme ini membentuk fitur tubuhnya mereka
(tentu membutuhkan waktu yang sangat lama), muncullah sirip dan kaki, yang
bentuknya seperti ikan, mahkluk tersebut berubah bentuk menjadi mahkluk reptil,
dan dari reptil menjadi mahkluk mamalia(tentu dengan waktu yang sangat lama),
dan akhirnya menjadilah manusia seperti kita sekarang(tentu dengan waktu yang
sangat lama), rakus, selfish dan saling memakan adalah bukti nyata…Buahahaha.
Aku tidak menuntut kalian percaya ceritaku, akupun hanya membaca di sini -> http://t.co/bWGmGCay (All Modern
Life on Earth Derived from Common Ancestor) :p
Ya memang,
semua mamalia memiliki karakteristik yang sama, karena nenek moyangnya sama,
dan semua mahkluk hidup mempunyai kode DNA yang sama. Dan “key stone” yang
menjadi dasar teori evolusi adalah Meskipun
penampakan luar sama, bukan berarti mereka satu kerabat dan sebaliknya, dua mahkluk dengan berbeda bentuk, bisa jadi mereka adalah satu kerabat. Maka
dari itu teori evolusi itu tidak pernah menyatakan manusia itu berasal dari
monyet ataupun kera, hanya saja nenek moyangnya sama…ahihihihi.
Mekanismenya
gini, Ikan paus dan Beruang, mereka jelas berbeda bentuk dan berbeda alam,
namun jika kita lihat secara detil, mereka ternyata satu kerabat. Ikan paus dan
beruang, keduanya punya paru-paru, ikan paus tidak selamanya di dalam laut,
adakalanya ia harus ke permukaan untuk menghirup oksigen, keduanya hewan
vivipar yaitu hewan yang melahirkan anaknya, mana ada ikan paus bertelur, lalu
paus dan beruang punya rambut, namun rambut paus sudah mengalami penyusutan.
Contoh lagi,
yaitu Burung Elang dan Kelelawar, mereka tampak mirip, bisa terbang dan habitatnya
lebih banyak di udara. Akan tetapi jika dilihat lebih detil, ternyata mereka
tidak satu kerabat. Kelelawar punya paru-paru seperti hewan mamalia lainya,
akan tetapi di dalam paru-paru elang terdapat pundi-pundi udara, yang bertugas
menampung udara saat ia terbang. Lalu, kelelawar mempunyai rambut sedangkan
elang mempunyai bulu(bisakan membedakan rambut pada kelelawar dan bulu pada
elang?), dalam mulut kelelawar ada gigi bahkan ada taringnya yang mirip vampire
di film-film horror..hihihi, sedangkan elang mempunyai paruh, kelelawar adalah
hewan vivipar yaitu bereproduksi dengan melahirkan, sedangkan elang dengan
bertelur atau ovipar.
Dengan adanya
bukti genetika yang sangat akurat seperti itu, maka dalam mimpi bocah kecil
itu, akupun tidak berani berbohong, bahwasanya manusia di ciptakan dari tanah
liat, ataupun ada yang nyiptain. Misalkan ada yang menciptakanpun, mungkin ia
hanya menciptakan satu bakteri kecil. :p
Lamunanku sore
ini terganggu dengan suara orang “Bang
minta rokok, bang minta rokok”, aku terkaget.. sialan orang gila rupanya,
akupun penasaran…apakah orang gila ini punya mimpi? bagaimanakah bentuk mimpinya?
*ini
seharusnya saya ngerjain tugas, kenapa malah cerita beginian…syuuraaamm. :(
"gambar diambil dari mbah google"

No comments:
Post a Comment