Monday, November 24, 2014

Sebelas Lagu Di Kala Hujan


Adalah sebuah fenomena atmosferik bernama hujan, sebuah siklus yang berulang. Siapa yang tidak suka melihat rintik hujan meronta-ronta jatuh di atas aspal, hujan yang menghempas debu trotoar, hujan yang bernyanyi di atas dedauanan, hujan yang menari di atas loteng, hujan yang memanggilmu dari luar jendela kaca. Hujan selalu di indentikan dengan melankolia, barangkali memang benar adanya, kamu mungkin akan menertawakanku, atau menyebutku sebagai manusia melankolis masokis, terserah. 
Namun adakah di benakmu bahwa lagu-lagu yang sering kamu dengar tercipta di saat-saat penulisnya sedang ber-melankolis ria?, melankolia tak melulu soal keburukan, kamu hanya sekedar gengsi saja untuk mengakuinya.

Beberapa tahun terakhir aku hidup di Kota Hujan, kota yang tak pernah bisa berkompromi dengan musim kemarau, selalu ada hari di musim kemarau di mana langit menghempaskan seluruh isi kelembabbannya, yang berwujud air hujan. Aku suka mendengarkan beberapa lagu di kala hujan, lagu yang kunikmati saat mengecap kopi sambil membaca buku, berikut sebelas lagu di kala hujan versiku :

1. Sigur Rós - Samskeyti ( Untitled #3)

Siapa yang tidak tahu band asal Islandia ini, saat mereka tampil di Jakarta aku merinding sejadi-jadinya. Band ini di dapuk bergenre post-rock, meskipun banyak orang beranggapan band ini bergenre campuran antara post-rock, ambient dan dream pop, entahlah mau genrenya apa, yang terpenting aku suka lagu-lagunya.  Sebetulnya sangat sulit memilih lagu-lagu dari Sigur Rós, lagu yang asik untuk dinikmati di kala hujan maupun beranjak tidur.

Namun aku jatuh hati dan memasukan lagu Samskeyti ini dalam playlistku, memang di lagu ini tidak ada suara Jónsi yang melengking-lengking seiring gesekan busur biola pada gitar listriknya, di dalam lagu ini ia bermain gitar bass akustik, Kjarri memainkan keyboard, Orri pada Organ, Goggi memainkan alat musik seperti gambang dalam gamelan Jawa, dan di bantu gesekan violin oleh additional player. Satu kata untuk lagu ini…”Magis”.

2. The Beatles – Rain

Meskipun hujan selalu di pasangkan dengan perasaan melankolis, namun tidak pada lagu ini. Lagu yang di tulis oleh Lennon pada tahun 1966, meskipun Paul mengklaim ikut andil di lagu ini. Ringo Starr juga senang dengan ketukan drum pada lagu ini, walaupun tidak ada gitar yang rumit dari George Horrison, namun lagu ini mepunyai keunikan tersendiri yaitu pada bait terakhir, Lennon membalik lirik lagu tersebut pada saat rekaman lagu ini.

sdaeh rieht edih dna nur yeht semoc niar eht fI

3. Radiohead – 4 Minutes Warning

“This is your warning
Four minute warning”

Thom Yorke adalah seorang pencerah, maka janganlah memposisikan dirimu sebagai judas, itu hanyalah kesia-siaan. Ia adalah tuan bagi labirin kegelapan yang pekat, lentera berada pada imajinarinya, Ia punya kemampuan yang absolute untuk menyalakan maupun mematikan dengan seketika. Entah mengapa aku suka sekali dengan lagu ini, band ini juga sangat di nanti oleh penggemarnya di negeri ini, semoga Radiohead berkenan mampir dengan segera.

Mungkin aku akan mengajakmu saat menontonnya, dan barangkali kita akan bernyanyi bersama.

4. The Stone Roses - Ten Storey Love Song
“It takes time for people to fall in love with you....but it’s inevitable – Ian Brown”
Kata John Squire : "What's about? Love and Death... War and Peace... Morecambe and Wise..." (Elephant Stone) or "It's like scoring the winning goal in the cup final, on a Harley electroglide, dressed like Spiderman" (Made of Stone).

Selain Sigur Rós dan beberapa band luar negeri, aku juga menonton konsernya The Stone Roses di Jakarta tahun lalu, dengan slogan “anak Britpop naik haji”, pecinta band dari Manchester ini berduyun-duyun menuju lapangan D Senayan. Meskipun sempat di guyur hujan, namun konser tetap berjalan. Supaya hajiku mabrur, aku tidak akan Riya dengan bercerita bagaimana konser band tersebut, yang pasti aku sah menjadi Haji Britpop. :D


When your heart is black and broken
And you need a helping hand
When you're so much in love
You don't know just how much you can stand

When your questions go unanswered
And the silence is killing you
Take my hand baby I'm your man
I got love maybe enough for two..

Bolehkah aku menyeduh kopi lagi?, cangkirku tinggal jelaga kopi.

5. The Smiths - Please Please Please Let Me Get What I Want.

Jonny Marr tidak pernah yakin apakah ini lagu cinta atau semacamnya, dan Morrissey terkenal dengan lirik yang puitis, pahit, melankolis, depresi, dan yang pasti ajaib. :D

“"For once in my life, let me get what I want. Lord knows, it would be the first time.”

Penggalan liriknya, terkadang sejenak aku berhenti saat menyanyikan lagu ini, "kapan aku terakhir kali berdoa seraya memohon?”

Nah lagu ini semakin di gandrungi anak-anak muda di era sekarang, siapa lagi kalau bukan gara-gara film yang sedikit “kampret” 500 Days Of Sumer(th 2012), saat Tom Hansen benar-benar jatuh hati dengan Summer Finn, dengan sadar diri Summer tertiba menghilang dari kehidupan Tom. Kopi sachet selalu meninggalkan bunggkusnya. Hih

6. Homogenic –  Destiny

“Destiny, here I am
Giving all my day, I never felt so in love before
forever is not enough
Nothing can tear us apart”

Aku takut di cap tidak nasionalis jika tak memasukan lagu asal negeri sendiri, hehehe. Band dari Bandung ini dapat tempat di playlistku, terutama lagu ini. Lagu destiny juga menjadi soundtrack salah satu film yang harus dan wajib di tonton, apalagi buat pasangan kekasih yang berbeda keyakinan(agama). Cin[t]a, film yang bercerita tentang lelaki Kristen keturunan Tiong Hoa dan perempuan Jawa yang beragama Islam, mereka terjebak dalam kisah cinta yang penuh konflik. Belum pernah nonton? Piknik sana!!!

7. Embrace -  Gravity

Ya.. Coldplay memang jagonya soal lagu menye-menye. Lagu ini di tulis oleh Chris Martin, diberikan kepada sang vokalis Danny McNamara, mereka memang sahabat kental. Chris Martin juga menyanykikan lagu ini, versinya tak kalah menye-menye, dengan suara khas dan permainan pianonya, namun aku lebih memilih versi Embrace.

8. Match Box20 - If You're Gone

Hih..lagi-lagi lagu sendu, tentu saja…perihal lagu semua tentang selera, sama halnya aku tidak bisa mendengarkan lagu-lagu yang di gawangi seorang DJ. Pernah beberapa kali ikut kawan, mendatangi klub dengan lagu berdentum keras dan seorang DJ dengan alat musik elektroniknya, “Lo bakal bisa nikmatin lagu ini tapi harus dalam keadaan setengah sadar”, teriak seorang kawan. Tentu aku hanya menganggukan kepala tanda setuju dengan hal itu. 
Namun aku langsung tersadar, jika nanti semua setengah sadar dan mendekati tidak sadar, bagaimana kita pulang?

Rob Thomas menulis lagu ini pada saat hendak melamar istrinya, karena istrinya tidak pernah benar-benar yakin dengan menikahi seorang musisi.

"If you're gone - baby you need to come home
Cuz there's a little bit of something me
In everything in you"

Masihkah ragu dengan manusi-manusia melankolis? :p

9. Alanis Morissette - King of Pain


I have stood here before inside the pouring rain 
With the world turning circles running 'round my brain 
I guess I always thought that you could end this reign 
But it's my destiny to be the king of pain.

Alanis Morissette piawai membawa lagu dari Sting ini, lirik lagu ini sangat kaya imajinasi. Seperti kita, (atau jika mungkin kamu tidak, ya berarti seperti aku), yang mencoba terbang meski terikat.

10. Jamie Cullum - High and Dry

Jamie Cullum adalas seorang pendosa, ia akan di kutuk dan di biarkan lelah dalam labirin kegelapan, Tuan Yorke yang murka, ...ampunilah Jamie. Cover lagu ini begitu cerdas, seolah-olah semua kesakralan lagu ini musnah. Lagu ini begitu mudah untuk di dengar, yaa apasih yang tidak bisa di lakukan musisi jazz, lagu apapun juga akan terdengar ringan.

11. John Mayer - Perfectly Lonely

Nothing to do, Nowhere to be
A simple little a kind of free
Nothing to do, No one but me
And that's all I need

I'm perfectly lonely, I'm perfectly lonely 
Yeah, Cause I don't belong to anyone 
And nobody belongs to me.

Tertawalah, nyinyirlah… it’s okay, memang begitu adanya. Dalam wawancara dengan John Mayer soal lagu ini,
“is a song about that moment…where the reason with yourself and rationalize with yourself..that you don’t even need anybody else” 
“maybe the idea who loving someone else isn’t even good idea”
Namun beberapa detik kemudian ia bilang... tapi itu sebuah ke bohongan. :p


****************

Untuk saat ini, itulah sebelas lagu yang sering kudengarkan di kala hujan, semua lagu melankolis, menye-menye, depresi, menyedihkan. Kalau itu yang ada di benakmu, mungkin kamu butuh piknik, bukan sekedar piknik yang butuh biaya mahal…bukan itu, piknik sebagai frasa lebih dari itu.

Bukankah kita lebih suka suasana sendu namun jujur dari pada hinggar-bingar pesta yang dusta?. Dan beginilah caraku untuk menikmati hujan, sebagaimana aku menikmatimu. Aku memang jatuh hati dan begitulah adanya…tidak berharap apapun, hanya jatuh hati.

Bagi sebagian orang ini cara yang salah, sebuah platonis. Dan jika perihal jatuh hati adalah sebuah kesalahan, maka marilah menikmati rintik hujan yang jatuh dari langit yang kemudian menghilang di telan bumi... dan semua akan segera berlalu, salam hujan untukmu.



No comments:

Post a Comment